Penyebab Kemunduran Islam di Andalusia (Spanyol)


Penyebab Kemunduran Islam di Andalusia (Spanyol)

Suatu kebudayaan tentu akan mengalami pasang surut, sebagaimana berputarnya sebuah roda, kadang diatas kadang juga akan di bawah. Hal ini merupakan sudah menjadi hukum alam. Demikian juga dengan kekuasaan sebuah imperium, satu saat dia muncul,kemudian berkembang pesat, lalu jatuh dan hilang.
Kekuasaan Islam di Spanyol telah banyak sekali memberikan sumbangan yang tak ternilai harganya bagi peradaban dunia saat ini. Tetapi imperium yang begitu besar akhirnya mengalami nasib yang sangat menyedihkan. Ada beberapa faktor penyebab kemunduran islam, yang akhirnya membawa kehancuran Islam di Spanyol, diantaranya adalah sebagai berikut. Pertama, munculnya khalifah-khalifah yang sangat lemah.
Masa kejayaan Islam di Spanyol dimulai dari periode raja Abd. Rahman III yang kemudian dilanjutkan oleh putranya, yaitu Hakam. Sang penguasa yang mencintai ilmu pengetahuan dan sering menjadi kolektor buku serta pendiri perpustakaan. Pada masa kedua penguasa tersebut keadaan politik dan keadaan ekonomi mengalami puncak kejayaan dan kestabilan. Namun kejayaan pada massa ini tidak bertahan lagi setelah wafatnya Hakam II dan kemudian digantikan oleh Hisyam II yang masih berusia sekitar 11 tahun.
Dalam usia yang sangat muda ini, Hisyam II harus menjadi orang yang memikul tanggung jawab yang sangat berat. Oleh sebab itu dalam mengatur pemerintahannya, Hisyam II dikendalikan oleh ibunya dengan dibantu oleh Muhammad Ibn Abi Umar yang bergelar Hajib Al-Mansyur yang ambisius dan sangat haus kekuasaan. Sejak saat itu, khalifah hanya dijadikan boneka oleh sang A-Mansyur dan para penggantinya.
Pertama, Setelah Al-MAnsyur wafat jabatannya digantikan oleh anaknya, yaitu Abd. Malik Al-Muzaffar dan pengganti Al-Muzaffar adalah Abd. Rahman yang merupakan penguasa yang tdk cakap, gemar berfoya-foya, ia adalah penguasa yang tidak disenangi oleh rakyatnya sendiri, sehingga negara menjadi tidak stabil dan lambat laun mengalami banyak sekali kemunduran.
Kedua, konflik antara agam Islam dan agama Kristen. Setelah menaklukkan Spanyol, para penguasa muslim tidak menjalankan kebijakan yang islamisasi secara sempurna. Penduduk Spanyol dibiarkan memeluk agamanya, mempertahankan hukum dan tradisi adat mereka. Penguasa Islam hanya mewajibkan mereka untuk membayar upeti dan tidak memberontak. Kebijakan ini ternyata menjadi boomerang bagi mereka sendiri.
Penduduk Spanyol menggalang kekuatan untuk melawan penguasa Muslim. Pertentangan Islam dengan Kristen tak pernah berhenti sampai jatuhnya kekuasaan Islam. Orang-orang Kristen merasa bahwa kehadiran umat Islam merupakan ancaman bagi mereka. Setelah kekuasaan Islam melemah, satu persatu kota-kota yang dikuasai Islam diambil alih oleh orang Kristen.
Ketiga, Kemerosotan Ekonomi. Pada pertengahan Islam di Spanyol, para penguasa mementingkan pembangunan fisik dengan cara mendirikan bangunan-bangunan megah dan monumental. Demikian juga di bidang IPTEK. Pemerintah dengan giat mengembangkan pada bidang IPTEK dan pembangunan, sehingga mnyebabkan kurang perhatian di bidang perekonomian. Selain itu, banyak anggaran negara  yang digunakan untuk membiayai tentara bayaran untuk keamanan negara.
Keempat, Sistem Pergantian Kekuasaaan yang Tidak Jelas. Sistem pergantian kekuasaan yang tidak jelas ini disebabkan oleh perebutan kekuasaan yang terjadi antara elite penguasa maupun antarputra mahkota. Terjadinya perebutan kekuasaan ini menyebabkan terjadinya perang antar elite atau keluarga yang pada akhirnya dapat menggerogoti kekuatan dan kestabilan negara. 
Berdasarkan beberapa faktor diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa kemunduran yang terjadi pada peradaban Islam di Spanyol disebabkan oleh dua faktor, baik faktor internal, maupun eksternal. Dan kedua faktor tersebut saling terkait satu sama lain.

Comments