Jejak Peradaban Islam di Spanyol

Jejak Peradaban Islam di Spanyol

   Jika saat kini kita mengenal Spanyol karena  Sepak bola, maka jangan lupa Islam pun pernah mencatatkan sejarah yang sangat besar di Andalusia. Bahkan, di negeri Matador itu, Islam pernah mencapai puncak dari kejayaannya. Bukti-bukti peradaban Islam pun masih banyak di sana dan bisa ditelusuri hingga kini karena sebagian tempat telah menjadi situs sejarah, sekaligus objek wisata.
Selama lebih dari tujuh abad lebih, dari 8 M sampai 15 M, peradaban Islam pernah berkuasa di Spanyol. Wilayah kekuasaan Islam itu lebih dikenal dengan nama Andalusia. Islam mulai memasuki negeri ini pada masa pimpinan Khalifah Al-Walid dari Dinasti Umayyah yang berpusat di Damaskus. Sebelum melakukan invasi ke daerah Eropa, umat muslim ketika itu telah berhasil menguasai Afrika bagian Utara.

Kemajuan Peradaban Islam di Spanyol
Islam berkuasa di Spanyol selama ratusan tahun. dalam kurun waktu yang sangat lama tersebut, berbagai kemajuan berhasil dicapai, baik dalam bidang ilmu pengetahuan maupun di bidang arsitektur bangunan.
Di bidang filsafat misalnya, Islam berperan sebagai jembatan penyebrangan yang dilalui oleh ilmu pengetahuan Yunani-Arab ke Eropa pada abad ke-12. Tercatat sejumlah tokoh filsafat bermunculan seperti Ibnu Bajjah,  Ibnu Thufail sampai Ibnu Rusyd dari daerah Cordoba.
 Lalu di bidang kedokteran, ada juga tokoh yang sangat populer pada abad ke-12 yaitu bernama Ibnu Sina. orang Barat mengenalnya dengan panggilan Avicenne. Ia membuat sebuah karya yang sangat besar yaitu buku berjudul Al-Qanun.
Dunia kedokteran Barat berhutang budi kepada Az-Zahrawi yang dikenal sebagai orang pertama yang mengenalkan teknik pembedahan pada manusia. Az-Zahrawi menyusun ensiklopedi pembedahan yang karya ilmiahnya dijadikan sebagai referensi dasar bedah kedokteran selama ratusan tahun. sejumlah universitas terkenal termasuk yang ada di Barat pun menjadikan karyanya sebagai acuan.

Kemudian di bidang Sains, ada banyak nama yang menjadi tokoh pencetus awal, misalnya Abbas bin Firnas yang pertama kali mencoba untuk menemukan alat transportasi penerbangan. Ada juga nama Az-Zarqalli, yaitu astronom muslim kelahiran Cordoba yang pertama sekali mengenalkan astrolable, sebuah instrument, yang pernah digunakan untuk mengukur sebuah bintang dari horizon bumi. Penemuan ini menjadi revolusioner,  karena sangat membantu navigasi laut.

Sementara pakar geografi, Al-Idrisi, yang lahir di daerah Ceuta pada 1909 M juga menemukan dan juga memperkenalkan teknik pemetaan dan metode proyeksi. Sebuah metode yang sama dengan yang dikembangkan oleh Mercator, 4 abad setelah itu.

Selain itu, ada Ibrahim bin Yahya an-naqqash yang terkenal dalam bidang ilmu astronomi. Ia dapat menentukan waktu terjadinya gerhana matahari dan dapat menetukan waktu lamanya. Ia juga berhasil membuat teropong modern yang dapat juga menentukan jarak antara tata surya dan bintang-bintang.

Di bidang arsitektur bangunan, tak bisa dibantah lagi, bahwa peradaban Islam di Negara Spanyol telah menyumbangkan karya yang luar biasa. Beberapa diantaranya adalah  pembangunan megah peninggalan Islam adalah Masjid Cordoba, dan Medina Az-Zahra, dan Istana Alijaferia di Zaragoza, dan tembok Toledo, dan istana Alhambra di Granada, dan lain-lain.

Comments