Bukti Peninggalan Islam di Spanyol
Bukti Peninggalan Islam
di Spanyol
Ada beberapa bukti
peninggalan islam di Spanyol yang menjadi saksi sejarah bahwa islam pernah
bekuasa di spanyol
1. Granada
Granada adalah kerajaan
Islam terakhir yang berkuasa di Spanyol. Di kota ini, Sultan Muhammad bin
al-Ahmar mendirikan sebuah kerajaan Bani Ahmar. Pada puncak keemasannya,
dinasti ini telah berhasil mendirikan bangunan yang monumental dan menjadi
salah satu symbol kejayaan Islam yaitu istana Alhambra.
Nama Alhambra sendiri
diambil dari kata bahasa Arab, hamra, yaitu bentuk jamak dari ahmar yang
berarti merah. Dinamakan istana Alhambra karena istana ini banyak sekali
dihiasi ubin-ubin dan bata-bata yang berwarna merah, serta penghias dinding
yang agak kemerah-merahan dengan keramik bernuansa seni Islami, selain itu, ada
juga marmer-marmer yang putih dan indah.
Istana ini juga
dilengkapi dengan taman indah dan bunga-bunga. Istana Alhambra ini dikelilingi
oleh benteng dengan plesteran yang kemerah-merahan. Yang unik lagi adalah pada bagian luar dan dalam istana ini
ditopang oleh pilar-pilar yang panjang sebagai penyangga dan penghias istana.
Dinding luar dan dalam istana ini banyak dihiasi dengna kaligrafi dan ukiran
khas yang sangat sulit dicari tandingannya hingga saat ini.
2. Cordoba
Cordoba terletak di
sebelah selatan Spanyol, dan merupakan salah satu dari kota paling kaya
peninggalan sejarah Islam. Kota ini pernah menjadi ibukota islam saat
pemerintahan Bani Umayah di Spanyol dari tahun 711 sampai dengan tahun 1039 M.
Di Cordoba, ada
Mezquita Cathedral atau yang sering disebut dengan Masjid Cordoba. Bangunan
yang dialihfungsikan sebagai gereja Katedral, Cordoba ini awalnya merupakan
sebuah gereja bernama Katedral Saint Vincent yang dibangun pada tahun 600 M.
Ketika Islam berhasil menaklukan Spanyol, gereja tersebut diubah menjadi tempat
ibadah (Masjid).
Masjid Cordoba dibangun
pertama kali oleh Abdurrahman I, yaitu pada tahun 787 M. kemudian diperbesar
beberapa kali lipat oleh penerusnya. Di gerbang utama Masjid Cordoba ini, terdapat menara yaitu Torre de Alminar, dengan
ketinggian sekitar 93 M. Dulunya, menara ini digunakan untuk adzan, tapi
sekarang menjadi tempat digantung lonceng Baroque.
Lalu ada juga kota Medina Azahara yang memiliki kota yang
menakjubkan. Dulunya, tempat tersebut adalah kompleks ibukota kekhalifahan
Umayah di Andalusia, yang terletak dengan jarak 13 km sebelah barat kota
Cordoba. Konon, lokasi ini dipilih karena keindahan panoramanya yang sangat
indah. Kompleks itu dibangun sekitar tahun 936-940 M yang meliputi gedung
pertemuan, masjid, kantor untuk
pemerintahan, barak, rumah, hingga taman.
Ada pula sebuah
jembatan Cordoba yang membentang di atas sungai Al-Wadi al kabir. Jembatan ini
dikenal dengan sebuatan Al-Jisr dan Qantharah Ad-Adhr. Panjangnya sekitar 400
m, lebar 40 m dan tinggi 30 m. Jembatan ini dibangun pada saat manusia belum
mengetahui sarana transportasi selain binatang.
3. Sevilla
Orang Arab menyebutnya
dengan Asbiliya, kota ini merupakan salah satu saksi kejayaan Islam. Ada
beberapa jenis bangunan yang sangat kental dengan arsitektur Islam. Pertama,
Menara Giralda. Giralda adalah salah satu menara terindah di benua Eropa.
Menara ini dulunya adalah minaret atau menara Masjid yang kini telah beralih
fungsi sebagai menara lonceng Katedral Sevilla.
Kemudian ada Alcazar
Sevila,tempat ini lokasinya tidak terlalu jauh dari menara La Giralda. Bangunan
spektakuler ini ornament dindingnya memuat skripbahasa Arab termasuk frasa
yaitu “Wa La Ghalib ill Allah” yang artinya Tiada pemenang kecuali Allah.
Arsitektur ini merupakan refleksi dari arsitektur yang sejenis yang ada di istana
Alhambra.
Mulanya, istana ini
ialah sebuah benteng pertahanan bangsa Moor. Ketika Dinasti Muwwahidun berkuasa
disana, benteng pertahanan tersebut dirubah menjadi kompleks tempat tinggal
raja dengan penambahan beberapa struktur bangunan. Komplek istana raja tersebut
dikenal dengan nama Al-Muwarak.
Lalu, di Sevilla juga
ada menara emas yang disebut dengan Torre del Oro. Sebuah menara yang dibangun
sebagai tempat pengawasan untuk mempertahankan kota Sevilla dari serangan
musuh-musuh. Menara emas ini mengontrol akses menuju ke pelabuhan kota. Torre del
Oro memiliki rangkaian rantai raksasa yang menyambung dengan menara lain yang
ada di seberang sungai yaitu Torre de la Plata. Rantai tersebut berguna untuk
mengatasi invasi kapal pasukan kerajaan Kristen masuk ke dalam kota.
4. Toledo
Toledo yang terletak di
daerah otonomi Castilla la Mancha ini pernah dijadikan sebagai ibu kota kerajan
Spanyol sebelum kedatangan bangsa Moor pada abad ke-8. Toledo pernah menjadi
salah satu kota pada masa pemerintahan Islam di daerah Spanyol.
Bangsa Arab yang
berkuasa di kota ini menyebut Toledo ini dengan sebutan Tulaytullah. Pada masa
kekuasaan Islam, Toledo pernah ini dikenal dengan tingkat toleransi kehidupan
beragama yang tinggi. Yahudi, Kristen dan Islam hidup berdampingan secara
harmonis dan damai. Masa itu disebut dengan istilah La Convivencia (The
Coexistence).
La Convivencia juga
menjadikan Toledo sebagai pusat tempat penerjemahan ilmu pengetahuan. Ilmuwan
Muslim, Yahudi, dan Kristen bahu-membahu mereka menerjemahkan beragam manuskrip
ilmiah dari bahasa Arab dan bahasa Latin ke bahasa yang lain.
Di Toledo, ada Katedral
Toledo yang menjadi saksi bagi perkembangan ilmu pengetahuan di sana. Sisa-sisa
manuskrip ilmiah hasil terjemahan dari ilmuwan Muslim, Yahudi dan Kristen yang
tidak terbakar tersimpan di dalam katedral ini.
Kemudian ada juga
mesjid Mezquita Cristo de la Luzz. Masjid ini dibangun pada tahun 999 Masehi
oleh bangsa Moor. Awalnya, masjid ini bernama Masjid Bab Al Mardum, mengambil
nama dari gerbang kota Toledo yang letaknya 20 meter dari Masjid. Lantai Masjid
masih beralas tanah dengan pilar-pilar yang desain mesjid ini dipengaruhi oleh
Masjid Agung Cordoba.
Selain masjid tersebut,
masih banyak lagi peninggalan Islam lainnya, meskipun banyak bagian dari
bangunan tersebut telah diubah nama ataupun fungsinya. Namun, ciri khas dan
arsitekturnya masih terlihat jika itu merupakan salah satu dari peninggalan
Islam.
Comments
Post a Comment